Mungkinkah Pendidikan Menjadi Gratis
Saat ini banyak sekali para calon
pemimpin, baik pemimpin daerah maupun pemimpin pusat yang menggadang –
gadangkan akan memberikan pendidikan gratis bagi para masyrakatnya. Mereka berjanji
jika mereka terpilih, mereka akan memberikan pendidikan layak secara gratis.
Akan tetapi, di lapangan wacana pendidikan gratis ini sangat mustahil untuk
dilaksanakan karena tidaklah tepat. Wacana ini akan menemukan beberapa
permasalahan yang akan terjadi di lapangan jika tetap dilakuakn. Berikut ini
adalah beberapa paragraf yang mengemukakan alasan mengapa pendidikan gratis
tidaklah tepat untuk dilaksanakan di negeri ini.
Alasan yang pertama adalah, kata gratis
dalam wacana tersebut mengindikasikan bahwa tidak ada sepeser pun biaya yang
harus dikeluarkan. Namun nyatanya, di sekolah tetap saja ada pungutan. Para
siswa tetap akan dikenai biaya seperti membeli baju olahraga, seragam, dan
keperluan sekolah lainnya. Hal ini dikarenakan bantuan yang diberikan hanya
bantuan operasioanl saja, seperti biaya listrik, air, buku – buku pelajaran,
dan lain – lain. Itupun tidaklah cukup karna sekolah juga membutuhkan biaya
operasional yang harus dikeluarakan setiap harinya seperti, biaya fotokopi,
spidol, dan lain – lain. Sehingga sekolah pasti akan tetap menarik bayaran
kepada siswanya. Oleh sebab itu, kata gratis dalam wacana ini tidaklah tepat
dan tak lebih hanya sebagai pemanis saja.
Alasan yang kedua adalah, Jika
digratiskan sekalipun, para pelajar tidak akan memiliki rasa tanggung jawab.
Mereka akan seenaknya saja bersekolah karena mereka pikir sekolah tidak
memerlukan pengorbanan sedikit pun. Akan tetapi, jika membayar para siswa akan
memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi untuk belajar. Mereka akan serius
mengikuti pelajaran di sekolah. karena mereka akan berpikir, jika mereka tidak
serius dalam belajar, maka mereka akan merugi.
Selanjutnya, Jika pemerintah tetap
berkomitmen dengan waacana pendidikan grartis, berarti pemerintah akan
mengucurkan dana yang besar. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan di sisni
bukanlah besarnaya dana itu, melainkan proses pencairan dana yang akan
menimbulkan beberapa permasalahan. Seperti yang telah diketahui bahwa Pencairan
dana biasanya dilaksanakan di pemerintah pusat, sehingga untuk mencapai sekolah
dana itu harus melewati beberapa post terlebih dahulu. Hal inilah yang akan
menciptakan peluang – peluang kejahatan. Akan ada oknum – oknum yang memotong
dana tersebut dengan alasan biaya administrasi. Akibatnya dana yang sampai di
sekolah tidak lagi utuh seperti awalnya.
Terlebih lagi, pencairan dana ini akan
terjadi dengan sangat lama. Bahkan membutuhkan waktu berbulan – bulan hingga
sampai ke sekolah. Padahal, sekolah sangat membutuhkan biaya – biaya tersebut
untuk membiayai keperluan opersional sekolah yang harus segera di bayar.
Akibatnya, sekolah – sekolah tidak bisa berjalan dengan optimal. Contohnya,
jika ketiadaan spidol, ataupun fotokopi mereka pasti meminta dana kepada murid
san ujung – ujungnya mereka tetap membayar juga.
Berdasarkan alasan – alasan yang telah
dijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan gratis hanyalah janji –
janji belaka karena mustahil untk dilaksanakan dan jika dilaksanakan pun akan
tidak efektif. Hal ini dikarenakan beberapa hal diantarany, dana yang
diberikan pemerintah tidak akan cukup, membuat siswa menjadi tidak bertanggung
jawab, dan prosesnya yang lama dan sulit. Oleh karena itu, wacana pendidikan
gratis lebih tepat dan masuk akal jika diganti dengan pendidikan murah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar