Senin, 24 Oktober 2016

Esai


Mungkinkah Pendidikan Menjadi Gratis

Saat ini banyak sekali para calon pemimpin, baik pemimpin daerah maupun pemimpin pusat yang menggadang – gadangkan akan memberikan pendidikan gratis bagi para masyrakatnya. Mereka berjanji jika mereka terpilih, mereka akan memberikan pendidikan layak secara gratis. Akan tetapi, di lapangan wacana pendidikan gratis ini sangat mustahil untuk dilaksanakan karena tidaklah tepat. Wacana ini akan menemukan beberapa permasalahan yang akan terjadi di lapangan jika tetap dilakuakn. Berikut ini adalah beberapa paragraf yang mengemukakan alasan mengapa pendidikan gratis tidaklah tepat untuk dilaksanakan di negeri ini.
Alasan yang pertama adalah, kata gratis dalam wacana tersebut mengindikasikan bahwa tidak ada sepeser pun biaya yang harus dikeluarkan. Namun nyatanya, di sekolah tetap saja ada pungutan. Para siswa tetap akan dikenai biaya seperti membeli baju olahraga, seragam, dan keperluan sekolah lainnya. Hal ini dikarenakan bantuan yang diberikan hanya bantuan operasioanl saja, seperti biaya listrik, air, buku – buku pelajaran, dan lain – lain. Itupun tidaklah cukup karna sekolah juga membutuhkan biaya operasional yang harus dikeluarakan setiap harinya seperti, biaya fotokopi, spidol, dan lain – lain. Sehingga sekolah pasti akan tetap menarik bayaran kepada siswanya. Oleh sebab itu, kata gratis dalam wacana ini tidaklah tepat dan tak lebih hanya sebagai pemanis saja. 
Alasan yang kedua adalah, Jika digratiskan sekalipun, para pelajar tidak akan memiliki rasa tanggung jawab. Mereka akan seenaknya saja bersekolah karena mereka pikir sekolah tidak memerlukan pengorbanan sedikit pun. Akan tetapi, jika membayar para siswa akan memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi untuk belajar. Mereka akan serius mengikuti pelajaran di sekolah. karena mereka akan berpikir, jika mereka tidak serius dalam belajar, maka mereka akan merugi.
Selanjutnya, Jika pemerintah tetap berkomitmen dengan waacana pendidikan grartis, berarti pemerintah akan mengucurkan dana yang besar. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan di sisni bukanlah besarnaya dana itu, melainkan proses pencairan dana yang akan menimbulkan beberapa permasalahan. Seperti yang telah diketahui bahwa Pencairan dana biasanya dilaksanakan di pemerintah pusat, sehingga untuk mencapai sekolah dana itu harus melewati beberapa post terlebih dahulu. Hal inilah yang akan menciptakan peluang – peluang kejahatan. Akan ada oknum – oknum yang memotong dana tersebut dengan alasan biaya administrasi. Akibatnya dana yang sampai di sekolah tidak lagi utuh seperti awalnya.
Terlebih lagi, pencairan dana ini akan terjadi dengan sangat lama. Bahkan membutuhkan waktu berbulan – bulan hingga sampai ke sekolah. Padahal, sekolah sangat membutuhkan biaya – biaya tersebut untuk membiayai keperluan opersional sekolah yang harus segera di bayar. Akibatnya, sekolah – sekolah tidak bisa berjalan dengan optimal. Contohnya, jika ketiadaan spidol, ataupun fotokopi mereka pasti meminta dana kepada murid san ujung – ujungnya mereka tetap membayar juga.
Berdasarkan alasan – alasan yang telah dijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan gratis hanyalah janji – janji belaka karena mustahil untk dilaksanakan dan jika dilaksanakan pun akan tidak efektif. Hal ini  dikarenakan beberapa hal diantarany, dana yang diberikan pemerintah tidak akan cukup, membuat siswa menjadi tidak bertanggung jawab, dan prosesnya yang lama dan sulit. Oleh karena itu, wacana pendidikan gratis lebih tepat dan masuk akal jika diganti dengan pendidikan murah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar