Jumat, 28 Oktober 2016

Majalah Satu Halaman

MENTIMUN

(Menuntut Ilmu Anti Melamun)

Oleh:

Amalina Kusuma Wardani

NIM. A310130068



Senin, 24 Oktober 2016

Esai


Mungkinkah Pendidikan Menjadi Gratis

Saat ini banyak sekali para calon pemimpin, baik pemimpin daerah maupun pemimpin pusat yang menggadang – gadangkan akan memberikan pendidikan gratis bagi para masyrakatnya. Mereka berjanji jika mereka terpilih, mereka akan memberikan pendidikan layak secara gratis. Akan tetapi, di lapangan wacana pendidikan gratis ini sangat mustahil untuk dilaksanakan karena tidaklah tepat. Wacana ini akan menemukan beberapa permasalahan yang akan terjadi di lapangan jika tetap dilakuakn. Berikut ini adalah beberapa paragraf yang mengemukakan alasan mengapa pendidikan gratis tidaklah tepat untuk dilaksanakan di negeri ini.
Alasan yang pertama adalah, kata gratis dalam wacana tersebut mengindikasikan bahwa tidak ada sepeser pun biaya yang harus dikeluarkan. Namun nyatanya, di sekolah tetap saja ada pungutan. Para siswa tetap akan dikenai biaya seperti membeli baju olahraga, seragam, dan keperluan sekolah lainnya. Hal ini dikarenakan bantuan yang diberikan hanya bantuan operasioanl saja, seperti biaya listrik, air, buku – buku pelajaran, dan lain – lain. Itupun tidaklah cukup karna sekolah juga membutuhkan biaya operasional yang harus dikeluarakan setiap harinya seperti, biaya fotokopi, spidol, dan lain – lain. Sehingga sekolah pasti akan tetap menarik bayaran kepada siswanya. Oleh sebab itu, kata gratis dalam wacana ini tidaklah tepat dan tak lebih hanya sebagai pemanis saja. 
Alasan yang kedua adalah, Jika digratiskan sekalipun, para pelajar tidak akan memiliki rasa tanggung jawab. Mereka akan seenaknya saja bersekolah karena mereka pikir sekolah tidak memerlukan pengorbanan sedikit pun. Akan tetapi, jika membayar para siswa akan memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi untuk belajar. Mereka akan serius mengikuti pelajaran di sekolah. karena mereka akan berpikir, jika mereka tidak serius dalam belajar, maka mereka akan merugi.
Selanjutnya, Jika pemerintah tetap berkomitmen dengan waacana pendidikan grartis, berarti pemerintah akan mengucurkan dana yang besar. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan di sisni bukanlah besarnaya dana itu, melainkan proses pencairan dana yang akan menimbulkan beberapa permasalahan. Seperti yang telah diketahui bahwa Pencairan dana biasanya dilaksanakan di pemerintah pusat, sehingga untuk mencapai sekolah dana itu harus melewati beberapa post terlebih dahulu. Hal inilah yang akan menciptakan peluang – peluang kejahatan. Akan ada oknum – oknum yang memotong dana tersebut dengan alasan biaya administrasi. Akibatnya dana yang sampai di sekolah tidak lagi utuh seperti awalnya.
Terlebih lagi, pencairan dana ini akan terjadi dengan sangat lama. Bahkan membutuhkan waktu berbulan – bulan hingga sampai ke sekolah. Padahal, sekolah sangat membutuhkan biaya – biaya tersebut untuk membiayai keperluan opersional sekolah yang harus segera di bayar. Akibatnya, sekolah – sekolah tidak bisa berjalan dengan optimal. Contohnya, jika ketiadaan spidol, ataupun fotokopi mereka pasti meminta dana kepada murid san ujung – ujungnya mereka tetap membayar juga.
Berdasarkan alasan – alasan yang telah dijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan gratis hanyalah janji – janji belaka karena mustahil untk dilaksanakan dan jika dilaksanakan pun akan tidak efektif. Hal ini  dikarenakan beberapa hal diantarany, dana yang diberikan pemerintah tidak akan cukup, membuat siswa menjadi tidak bertanggung jawab, dan prosesnya yang lama dan sulit. Oleh karena itu, wacana pendidikan gratis lebih tepat dan masuk akal jika diganti dengan pendidikan murah.


Cerpen

Sahabat yang Ku Rindukan
Namaku Vania aku mempunyai seorang sahabat bernama Jihan dia baik, cantik dan juga pintar aku memang baru mengenalnya tapi dia sosok sahabat yang baik yang pernah aku kenal. Saat pertama kali aku bertemu dengannya dia membantu masalah yang aku alami waktu itu dia menolongku untuk keluar dari masalah yang aku alami. Dia satu sekolah denganku dan juga sekelas tentunya. Setiap jam istirahat kami selalu menghabiskan waktu bersama. Kadang aku menjadi sesorang yang gila saat aku bersamanya, tertawa bersama melakukan hal-hal seperti layaknya anak kecil bermain petak umpet dan lain sebagainya padahal umur kami sudah belasan tahun tapi kami menjadi kekanak-kanakan saat kami bersama.
Kami jarang bermain gadget seperti remaja pada umumnya kami lebih senang bermain mainan tradisional dan kekanak-kanakan. Aku sering bermain ke rumahnya menghabiskan waktu di rumahnya begitupun dengan dia, dia selalu bermain di rumahku. Hingga orangtuaku menganggapnya sebagai anaknya sendiri begitupun dengan dia. Sampai tiba saatnya. Di hari pertama kita bertemu pada tanggal 29 januari, saat itu kami sudah 3 tahun bersama, tapi tiba-tiba saja dia berubah dia melupakan kenangan demi kenangan yang kami bangun bersama. Dia melupakanku layaknya seseorang yang tidak mengenalku sama sekali.
Saat itu pagi-pagi sekali aku sudah ada di sekolah berniat untuk mengucapkan hari jadi persahabatan kami. Tapi saat aku mengucapkan kata demi kata “selamat hari jadi sahabatku tersayang” dia hanya meresponku dengan senyuman yang melekat pada bibirnya. Istirahat pun tiba, aku mengajaknya untuk pergi ke kantin bersamaku tapi dia tidak ingin ke kantin bersamaku. Aku pun berusaha untuk menenangkan hatiku dan bersabar.
“Mungkin ia lagi banyak masalah jadi ingin menyendiri dulu” Gumamku dalam hati.
Hari berlalu begitu cepat tapi keadaannya masih sama seperti beberapa hari yang lalu dia masih menyendiri. Hingga aku bulatkan tekadku untuk berbicara dengannya saat pulang sekolah tiba.
“TET… TET.. TET…” Bel sekolah pun dibunyikan. Aku pergi ke suatu tempat dan mengobrol dengannya.
“Jihan, ada apa denganmu akhir-akhir ini kamu sering menyendiri. Lagi ada masalah ya?, cerita aja siapa tau aku bisa membantumu” Ucapku
“Iya aku emang lagi ada masalah” kata Jihan
“apa masalahnya?”
“Masalahnya adalah kamu”
“Aku? apa maksudmu?”
“Iya kamu karena orangtuaku selalu saja memujimu saat kau datang ke rumahku PUAS!”
JIhan pergi meninggalkanku dengan memberiku luka yang amat besar kepadaku. Aku menangis tersedu-sedu aku tidak mengerti kenapa ini semua terjadi padaku. Aku pulang dengan perasaan yang sanat sedih sepanjang hari aku mengurung di kamar sambil menangis.
“Tuhan, kenapa ini harus terjadi kepadaku? Sungguh aku tak mengerti dengan apa yang kau lakukan ini kepadaku. Apakah kau menghukumku? Jangan hukumku seperti ini tuhan…” Ucapku.
Hari berlalu begitu cepat. Dengan cepat dia melupakanku dan sudah mempunyai sahabat yang baru. Dan aku begitu lemah aku tak berdaya. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.
Aku Merindukanmu, Sahabatku


Cerita Humor


Mencari Gur Les Privat
Suatu hari seorang teman minta dicarikan seorang guru les privat bahasa Inggris untuk anak temannya. Seperti biasa, sebelum les privat dimulai, saya berkoordinasi dulu dengan guru yang bersangkutan dan mengabari klien (yang kebetulan dalam hal ini bapak siswa yang akan diajar) dengan informasi mengenai guru yang akan mengajar, seperti nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Setelah semua beres dengan sang guru, saya pun mengirimkan sms ke bapak ini:
Mbak      : “Pak, nanti yang mengajar Nunung dengan Ms Omas ya, pak. No telp sekian sekian. Thank you.”
Selang beberapa detik setelah itu telepon saya malah berdering. Dari bapak ini. Pikir saya,
Mbak   : “Ada apa ya? Ah, mungkin ada yang mau ditanyakan..” (Lalu mengangkat telepon)
Bapak     : “Mbak, anak saya perempuan lo dan agak pemalu. Tolong dicarikan guru perempuan saja.,, Lo, maksud bapak ini gimana sih? Kan itu tadi perempuan,”
Mbak   : “Maksudnya bagaimana ya, pak?”
Bapak  : “Itu lo, mbak, kok gurunya Mas Omas.. Anak saya kan pemalu kalau gurunya laki-laki.”
Mbak   : “Ooh.. Itu.. “Ms” itu “miss”, pak, bukan “mas”. Jadi perempuan kok.”

Bapak  : “Ooh.. Begitu.. Baiklah kalau begitu.”

Puisi

SAAT BERPISAH

Wahai teman...
Mungkin sekarang waktunya kita berpisah..
Tapi percaya lah..
Takkan kulupakan smua yg telah kita lalui bersama..

Teman..
Akankan kau ingat dengan hari-hari kita dulu??
Hari-hari yang penuh kebahagiaan..
Hari-hari yang penuh keceriaan..
Walau sempat kita bertengkar..
Tetapi kita segera saling memaafkan..

Teman..
Jangan kau lupakan hari-hari itu..
Mungkin kita memang sudah berpisah..
Tapi.. Aku harap Tali pertemanan kita tidak akan pernah putus..
Kita akan tetap menjadi teman..

Wahai temanku..
Kuucapkan terima kasih..
Atas segala yang telah kita lalui bersama..
Sekali lagi aku ucapkan..
Selamat tinggal teman..

SEMANGAT

Meski sang mentari begitu lekat memancarkan sinarnya
Meski siang ini begitu terik
Meski kelelahan memancar dari wajah-wajah kalian
Meski...
Meski....

Namun
Semangat belajar kalian sungguh luar biasa
Semangat raih asa selalu lekat di jiwa kalian
Semoga Allah akan memudahkan jalan kalian


TINGGAL SEKEJAP 

Paru-paru bumiku sesak
Jantung alamku sakit
Nadi duniaku meregang perih
Tanahku terguncang
Sebentar lagi …, tinggal sekejab
Pembaringan telah menanti

Ombak lautku mengamuk
Mentari pun pancarkan amarahnya
Angin ikut bergerak gelisah
Langitku seakan runtuh bersama kelam
Sebentar lagi …, tinggal sekejap
Kehancuran akan tiba